Puisi #1
Datang dan diam,
Baringkanlah tubuhku di atas ribuan mawar tak berduri.
Mendekatlah dan tidurlah di sampingku,
Pejamkan matamu dan telusuri mimpi bersamaku.
Selami dan rasakan,
Isi hati ini tentang dirimu, sayang.
Biarkan bibir kita berpagut
Dan air liur kita bercampur menjadi satu rasa.
Dekap yang erat hingga tak menyisakan
Celah di antara tubuh dan kulit kita.
Bukakan hatimu untukku,
Biarkan aku menyelami hatimu,
Kini, esok, lusa,
hingga detik yang mendentangkan langkah kita terhenti [#5]
Puisi #2
I’m going to give up
I’m going forever
Leave you,
Leave every memories of you behind
In silence, I step forward
And never come back
But I was a fool
And soon discovers
Out of sight
Doesn’t necessarily mean
Out of mind [#5]
Puisi #3
Aku berangkat dari kelam ke kelam
Menyelam dari kecemasan ke dalam kegundahan
Mencari tujuan hidup yang aku sendiri tak tahu
Menjadi pengecut di antara pengecut
Bahakan anjing saja lebih berani dariku
Sungguh piciknya pikiran ini.
Membual hingga perut ini mual
Berteriak memberontak
Dalam hati yang terpenjara
Cih! Pengecut tetap saja pengecut!
Pecundang akan tetap pecundang
Yang kuyu tetaplah masuk neraka
Terpuruk terus terpuruk
Dalam kehidupan yang gelap,
Asing,
Dan ANJING! [#5]